Selasa, 3 Februari, 2026 – Menjelang seleksi masuk perguruan tinggi, SMA Negeri 1 Kemusu menggelar kegiatan strategis berupa Pendampingan Siswa Eligible SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi). Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, komite, dan pengawas sekolah untuk memastikan langkah para siswa kelas XII menuju jenjang pendidikan tinggi terpantau dengan matang.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Acara yang dihadiri oleh seluruh siswa eligible beserta orang tua/wali murid ini dibuka secara resmi oleh Ketua Komite SMA Negeri 1 Kemusu, Bapak Sukamto. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya dukungan moral dan restu orang tua sebagai kunci utama keberhasilan siswa dalam menembus perguruan tinggi impian.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ibu Endri selaku Pengawas Sekolah dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V. Kehadiran beliau memberikan bobot tersendiri dalam memberikan gambaran peta persaingan dan regulasi terbaru mengenai seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
View this post on Instagram
Memastikan Keyakinan Pilihan Studi
Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk membangun pemahaman yang selaras antara keinginan siswa dan harapan orang tua. Ibu Endri dalam arahannya menyampaikan:
“Pemilihan jurusan dalam SNBP bukan sekadar ajang coba-coba. Melalui pertemuan ini, kita ingin memastikan bahwa orang tua dan siswa benar-benar yakin, mantap, dan bertanggung jawab atas pilihan program studi yang diambil agar linier dengan potensi serta masa depan siswa.”
Beberapa poin penting yang dibahas dalam koordinasi ini meliputi:
-
Analisis Peluang: Membedah rasio keketatan jurusan di berbagai PTN.
-
Minat dan Bakat: Memastikan pilihan siswa sesuai dengan kemampuan akademik selama lima semester terakhir.
-
Komitmen Siswa: Memberikan pemahaman mengenai konsekuensi jika siswa diterima di jalur SNBP namun tidak diambil.
Harapan Sekolah
Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini, tingkat kelulusan siswa SMA Negeri 1 Kemusu di jalur prestasi dapat meningkat. Selain itu, transparansi informasi antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat meminimalisir kesalahan strategi dalam pemilihan jurusan.
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana para orang tua diberikan ruang untuk berkonsultasi langsung mengenai keraguan maupun rencana studi putra-putri mereka.
